Tips Travel Fotografi untuk Pemula

Matakaki.com berjalan entah kemana saja, sepertinya tanpa tujuan. Sia-sia., tidak !
Perjalanan ini harus di catat dan perlu dokumentasi, buat sekedar bercerita ataupun memaknai perjalanan panjang ke ceruk ceruk kehidupan dan alam. Berbekal buku tulis dan kamera Canon 60D plus beberapa lensa, Mata Kaki mencoba memulai profesi barunya sebagai penulis perjalanan (travel writer)…. Oh yeeee…!!!

Kerna tak punya pengalaman, catatan tentang Tips Fotografi Perjalanan ini di buat. Paling tidak untuk diri sendiri, semoga bermanfaat bagi lainnya. Simaklah ! :

1. Cari Frame

Fotografi terpaku pada waktu dan cuaca. Jangan kecewa dengan kondisi cuaca, sedikit kreatif. Ambil foto dengan komposisi awan sedikit mungkin dan focus pada detail untuk mengatasinya. Dengan terpaksa ambil foto landscape lengkap dengan awan buat mono (B/W) atau beri sentuhan digital untuk mengangkat detail pada awan.

Photo by ADJIE RS

2.Rekam Detail

Bak seorang intelejen, kenali detail detail unik, seperti barang kuno, unik, langka, atau khas. Rekam detailnya pada perjalanan untuk pelnegkap atau mungkin malah jadi ikon perjalanan.

3. Komposisi Jitu

Dengan rumus Four Third atau menyimpang dari pakem, buat komposisi sesuai seleramu. Dengan format landscape ataupun coba dengan format portrait mungkin lebih menarik. Kemudian pelajari dan amati mana yang lebih sreg buat kita. Kerna fotografi bukan bicara tentang benar ataupun salah, asahlah intuisi dan kreatifitas.

Rekomendasi  Tips Berlibur Ala Generasi Milineal Yang Pastinya Bakalan Berkesan!

4. Tangkap Panorama

Selain itu tak ada salahnya juga mengabadikan perjalanan dengan format panorama, untuk member kesan luas.

5. Foto Tulisan atau Informasi

Ada berbagai alas an untuk selalu memasukkan foto tulisan atau papan informasi dalam sebuah perjalanan. Manfaatnya memberikan informasi dan mengingatkan untuk membuat catatan perjalanan. Ambillah dengan jelas layaknya sebuah informasi perjalanan, seperti petunjuk arah, harga tiket, sewa kendaraan, tarif hotel, harga menu makanan, dan jadwal bus/kereta.

6. Abadikan Ciri Lokalitas

Carilah sesuatu yang memuat ciri lokalitas, kerna dapat mewakili suatu tempat dan budayanya yang unik dan menarik.

7. Sertakan Teman Perjalanan

Jangan lupakan teman perjalanan, walaupun bukan untuk kesan narsis. Namun ambillah dengan nuansa berbeda, mintalah teman [erjalanan untuk melakukan sesuatu dan capture….!
Buatlah pendekatan berbeda, misalnya teman perjalanan menjadi kusir andong, sopir truk ataupun menggunakan seragam pasukan keratin dll.

8. Penduduk Lokal

Ketika sibuk merekam alam, bangunan-bangunan dan transportasi, jangan lewatkan merekam kehidupan penduduk local dengan karakternya. Cobalah melakukan PDKT, ajak ngobrol kemudian minta kesediannya. Rekam senatural mungkin tanpa lensa panjang seperti paparazzi.

Photo by ADJIE RS

9. Gunakan Waktu Efektif

Perjalanan memang harus di nikmati, lakukan semuanya dengan efektif. Padukan antara mencatat, mengambil gambar dan menikmati perjalanan. Rencanakan perjalanan dan fotografi secara rinci dan terpadu, lama kelamaan akan terlatih. Misalnya saat mengabadikan golden hour, sambil menunggu shutter selelsai bercengkerama lah dengan teman perjlanan untuk menikmati suasana pinggir jalan, pantai ataupun pegunungan.

10. Kartu Pos

Foto perjalanan mirip dengan kartu pos, tidaklah salah.!? Namun berusahalah sedikit dan kreatif, bisa sama dengan kartu pos atau ambillah dari sudut pandang lainnya. Mungkin akan lebih bermakna dan unik.

Rekomendasi  6 Tips Murah Wisata ke bali

11. Focal Length Berbeda

Dalam fotografi perjalanan ada beberapa frame yang harus menggunakan lensa wide untuk memasukkan seluruh bagian ke frame, tetapi kadang ada bagian yang harus detail. Lensa sapujagad yang memiliki range lebar sampai tele sangat cocok untuk fotografi perjalanan. Sekaligus untuk menghindari gonta ganti lensa dengan risiko debu masuk sensor.

12. Kamera Siaga

Banyak hal yang ditemui dalam perjalanan, yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Agar tidak kehilangan moment settinglah kamera dalam posisi siaga dengan menggunakan settingan Apperture Priority (AV) dengan pilihan diafragma f5.6 dan ISO 400, cukuplah untuk mengabadikan moment perjalanan.

13. Gunakan Waktu Siang Hari

Sekali lagi tidak ada yang salah dalam fotografi, ketika mengabadikan perjalanan saat matahari sudah tinggi atau di atas ubun-ubun. Foto lampu jalan saat siang hari akan berbeda kesannya dengan saat sunset ataupun sunrise unjuk gigi. Foto siang hari akan memberikan banyak warna, sedangkan menjelang sunset ataupun sunrise foto yang dihasilkan tampak lebih sederhana dan menonjol.

Photo By ADJIE RS

14. Optimalkan Eksposure

Interaksi ke tiga elemen fotografi ; ISO, Aperture dan Shutter Speed yang disebut eksposure. Perubahan salah satunya akan mempengaruhi elemen lainnya. Kehandalan dalam mengatur ekposure untuk foto perjalanan perlu di latih agar mendapatkan foto yang tajam dan layak tayang.

15. Jangan Lewatkan Blue dan Golden Hour

Foto sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak “foto wajib” bagi foto perjalanan. Settinglah kamera dengan akurat saat mengabadikan sunset ataupun sunrise; ISO 100-200, f8-16, atur shutter speed sampai lightmeter jatuh di titik nol saat saya menekan setengah tombol shutter/jepret. Selain itu gunakan tripod dan self timer (cable release) agar kamera tidak terguncang.

Rekomendasi  Tips Berlibur Ke Kepulauan Seribu

Dalam melakukan perjalanan jangan lupa berdoalah alam berpihak padamu dan check kembali peralatan fotografimu. Semoga

Baca juga Tips Berlibur Ala Generasi Milineal Yang Pastinya Bakalan Berkesan!